LOMBOK PART ONE, Day 1 and 2

Tahun 2016 merupakan tahun bertema Lombok bagi saya. Dalam setahun saya bisa mengunjungi Lombok hingga 3x. Tentu hal ini menjadi biasa kalau yang saya kunjungi berkali-kali adalah 4 kabupaten di Madura atau Jakarta. Pertama kali ke Lombok dengan 2 orang teman Menoerwangsa, sedangkan kedua dan ketiga dengan teman sekantor Suramadu. Jadi postingan awal-awal blog ini akan berisi soal Lombok, Lombok dan Lombok. Semoga tidak bosan. Hehehe.

Seorang teman, kakak senior, namanya mbak Renata, tiba-tiba mengabari tiket SUB-LOP hanya 350rb dengan Citilink, berhubung Lombok sudah terkenal dengan keindahan wisatanya, maka saya pun tertarik, akhirnya kita menyusun rencana liburan ke Lombok, nambah lagi 1 peserta bernama Mbak Amiy, seorang senior juga. Setelah menentukan tanggal, isenglah untuk memilih pulang dengan menggunakan pesawat Garuda, betapa senangnya bisa mendapatkan tiket Rp.400.000, can you imagine? 

Dengan aplikasi yang sama, kami memesan penginapan yang sekaligus menyediakan sewa motor. Nama penginapannya The Semeton Homestay. Kami bertiga ini sebenarnya sudah pernah backpacker-an ke Bandung, dan dari dulu memang kami tidak pernah membuat itenary perjalanan, yang terpenting adalah tiket dan penginapan sudah dipesan, but, wait…waktu di Bandung bahkan setelah sampainya di Stasiun Bandung kami belum tahu akan menginap di hotel mana hehehe, akan saya ceritakan lain waktu. Dengan berbekal aplikasi peta, kamipun menyusun daftar tempat tujuan wisata di Lombok, yang sepertinya tidak sedikit kala itu. And here we go…

DAY 1             

Berangkat menggunakan pesawat Citilink jam 12.00 di Bandara Juanda Surabaya, untuk sampai di Lombok ditempuh dengan perjalanan sekitar 1 jam. Sesampainya di Lombok, tidak lupa kami berfoto di depan patung Bandara Lombok, biar kekinian. Ohya, 2 orang teman saya hanya membawa tas punggung besar, sedangkan saya pasti membawa si purple, koper ungu yang sudah saya geret bertahun-tahun, iya saya memang setengah hati untuk backpacker-an. Menuju penginapan kami memilih untuk naik bus Damri, perjalanan sekitar 1 jam dan sampai di penginapan di daerah Senggigi.

picsart_02-10-01-59-03
The blue ocean above
img_20160330_142755
Nyanyas nyanyas

Penginapan yang berkonsep homestay ini mempunyai gaya Bali, karena pemiliknya adalah  adalah orang asli Bali yang sudah lama menetap di Lombok, namanya Om dan Tante Oka. Setelah berbincang-bincang, lalu kami menunggu sampai motor sewaan datang, ehh ada yang bening lewat sambil memindah mobil tante Oka. Setelah masuk pun, kusak kusuk pun terjadi tentang si bening tadi, yang terus dipanggil oleh tante Oka dengan panggilan “Guh”.  Makin penasaran.

picsart_02-10-02-08-08

picsart_02-10-02-09-08

picsart_02-10-02-10-08
The Semeton Homestay

Setelah motor datang –kami hanya menyewa 2 motor saja, pukul 17.00 kami langsung berangkat mengejar sunset di Pantai Senggigi, tapi apa daya, kami tidak bisa menemukan gerbang masuk menuju pantai Senggigi, yang ada malah deretan hotel-hotel berbintang dan perkebunan kelapa yang menutup semua akses menuju pantai, kita hanya ngiler melihatnya.

PicsArt_02-10-02.04.42.jpg
Bukit Malimbu

Perjalanan dilanjut bablas menuju ke utara, katanya banyak bukit bagus untuk melihat sunset, akhirnya ketemu Bukit Malimbu, pemandangannya Subhanallah indahnya, perpaduan antara pantai dan perbukitan yang sempurna, sayangnya cuacanya mendung jadi tetap gagal melihat sunset haha, foto pun cepat-cepat karena keburu hujan. Ternyata di Senggigi ini kalau sudah maghrib suasana jalanan sepi, maklum jalan berkelok-kelok dan tidak ada PJU yang memadai, cari makan pun susah, dapatnya hanya Quick Chicken. Alhamdulillah.

IMG_20160330_175023.jpg

Tips        :  Apabila hostel/homestay masih menggunakan sistem kekeluargaan, alias pemilik rumah masih jadi satu tempat, maka bisa dicoba untuk mengakrabkan diri kepada pemilik, mungkin bisa dapat diskon, seperti  diskon sewa motor yang sudah kami coba

DAY 2

Ternyata kalau pagi dapat free sarapan berupa pancake dan teh panas manis.  Dan saya akui, ini pancake (dengan isian pisang) sunggu lezat, asli buatan Tante Oka. Dengan sedikit ngobrol-ngobrol (dan mengorek informasi pastinya) ternyata “Guh” ini adalah anak pertama tante Oka yang bernama Teguh *ehem ehem*.

IMG_20160331_070732.jpg
pancake ala Tante Oka

Tujuan hari ini adalah ke pulau seberang yang sangat terkenal itu. Yup, Gili Trawangan. Pagi amir berangkatnya, sampai sempat berhenti dulu di Bukit Malaka dan menawar gila-gilaan bros mutiara. Iya, Lombok ini memang surganya mutiara, semua asli, beda harganya hanya karena beda cara membudidayakannya, mutiara air laut jauh lebih mahal dari budidaya air tawar.

picsart_02-10-03-10-08
Bukit Malimbu
PicsArt_02-10-02.19.08.jpg
Bukit Malaka

Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, sampailah kita di Pelabuhan Bangsal, lalu kami membeli tiket di gedung utama, ada pilihan untuk Speed Boat 85.000 dan public boat, bedanya ya jelas di harga, kapan yang dipakai dan waktu tempuh, speed boat hanya 15 menit, sedangkan public boat bisa sampai 45 menit. Kami (dengan gaya dan bangganya) memilih speed boat hehe, bareng dengan bule-bule, dan sempat berhenti sebentar di Gili Air dan Gili Meno.

PicsArt_02-10-02.50.53.jpg
Speedboat

Sesampainya di Gili Trawangan kami berfoto di depan tulisan Gili Trawangan, biar kekinian, untuk sekedar ganti DP socmed. Sayangnya kondisi pantai yang dekat dengan pelabuhan ini kotor dan banyak sampah. Di pulau ini jarang terlihat sepeda motor, hanya andong dan sepeda onthel yang dinaiki bule-bule. Di sini banyak terdapat penginapan mulai dari kelas melati sampai hotel bintang 5, dan menurut cerita, kalau malam pulau ini udah jadi kawasan ajeb-ajeb berjamaah, wehh.

img_20160331_095416
Narsis depan Gili Trawangan

Kami berniat menyewa sepeda untuk keliling pulau, setelah dapat kami juga mencari sewa alat snorkeling, tidak lupa kami melakukan tawar menawar di setiap transaksi. Dan kalau masalah tawar menawar ya si Mbak Renata jagonya, mbak Amiy bagian menimpali saja supaya lebih seru dan mas nya luluh, yang membayar pun Mbak Renata, lalu saya? Saya hanya menerima barang sewaannya saja. Haha, orangnya inih kagak bisa nawar euy.

img_20160331_111424
(Mereka) snorkeling

Sambil nggenjot sepeda, akhirnya menemukan spot menarik untuk sekedar leha-leha di gazebo dan memulai snorkeling. Hanya Mbak Renata dan Mbak Amiy saja yang snorkeling. Lalu saya (yang tidak bisa berenang ini)? Saya hanya foto-foto dan menunggu barang-barang mereka di gazebo sambil cuci mata melihat bule lelaki lewat yang topless. Astaghfirullah

img_20160331_114738
Ehem ehem

Kelar berenang lanjut makan es krim gelato yang enak, rencana untuk keliling pulau tidak jadi karena sewa sepeda hanya sebentar. Dikarenakan banyak pengunjung bule, harga makanan di pulau ini aje gila mahalnya, seloyang pizza ukuran kecil bisa seharga 100k. Edun.

PicsArt_06-02-08.27.14.jpg
Public Boat

Sekitar pukul 13.00 kami memutuskan kembali dengan kapal publik boat, harga 15.000/org. Sesampainya di pelabuhan Bangsal, kedua teman saya mandi dulu dikarenakan kebanyakan toilet umum di Gili Trawangan kurang layak. Sepulangnya dari Bangsal, kami kehujanan di perjalanan, berdasarkan info, memang kondisi cuaca bisa berubah-ubah, kami pun sudah sedia jas hujan. Sesampainya di kawasan Senggigi, ternyata tidak hujan sama sekali. Mampir dulu di Pura Batu Bolong, yang kalau di internet fotonya seperti Tanah Lot, sayangnya ternyata biasa saja, sedang ada renovasi juga. Ya karena sudah masuk di ceklist, yasudah foto-foto dululah, biar kekinian.

img_20160331_154835
Batu Bolong

Pukul 17.00 perjalanan dilanjutkan menuju kawasan kota, rencananya menuju Taman Narmada, apa daya, ternyata hujan mengguyur dengan derasnya, jas hujan mbak Amiy yang beli seadanya di Indomaret tidak mampu menghalau hujan, untungnya kami melewati Lombok City Centre, setelah terjadi tawar menawar dengan petugas parkir (karena kami tidak membawa STNK) akhirnya kami diperboleh masuk. Kondisi sudah sore waktu itu. Setelah bebersih diri akibat kehujanan, jauh-jauh ke Lombok makanpun di Solaria dan belanjapun di Hypermart, hehe.

Baca lanjutannya : Day 3 & 4

img_20160331_183951

img_20160331_174434
Ngemall duluuuu

Tips        :  Cuaca Lombok yang terkadang panas dan tiba-tiba hujan, bagi yang berniat menyewa motor maka harus sudah disiapkan jas hujan.  Yang akan menyewa mobil, jangan lupa bawa payung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s