PIKU (2015)

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_001718197

Katanya sih, orang tua kalau sudah semakin tua kelakuannya akan seperti anak kecil.  Ya hal-hal seperti ini sebenarnya tidak perlu ditanamkan di pikiran, karena apapun yang terjadi mereka adalah orang tua kita. Walaupun itu terkadang sesuatu hal yang nyata, yang terpenting adalah kita bersabar didalam menghadapinya.

Piku (Deepika Padukone), seorang gadis India yang sudah memasuki usia rawan, rawan hal ini kalau di Indonesia adalah usia-usia yang sudah mulai diterjang pertanyaan “kapan menikah?”, kirang lebih begitu. Hiks.  Bekerja sebagai seorang arsitek, tinggal hanya dengan ayahnya sejak ibunya meninggal. Ayahnya, Bhaskor Banerjee (Amitabh Bachchan) yang sudah memasuki usia 70 tahun, diceritakan mengidap penyakit sembelit yang akut, sehingga obrolan sehari-hari mereka berdua tentu masalah makanan, pencernaan, dan BABnya. Secara rutin, Piku juga memeriksa kesehatan ayahnya, baik melalui dokter pribadi Dr. Srivastava (Raghuvir Yadav) maupun memeriksanya sendiri.

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_000613574

Bhaskor termasuk orang yang sangat eksentris, dengan penyakitnya tersebut, dia selalu berpikiran negatif setiap kali dia merasa tidak nyaman dengan perutnya, dan Piku yang selalu rajin menuruti keinginan ayahnya. Apakah Piku selalu meladeni ayahnya dengan senang hati? Tentu tidak. Piku selalu saja mengomel ketika permintaan ayahnya sering tidak masuk akal, walaupun pada akhirnya dituruti. Bisa dibilang kedua ayah anak ini sangat keras kepala.  Perusahaan taksi langganan Piku adalah milik Rana Chaudhary (Irrfan Khan). Para sopir mengeluh tentang kelakuan Piku, hingga akhirnya tidak ada satupun yang mau mengantarkannya.

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_002863371

Suatu hari, rumah milik keluarga besar mereka di Kolkata akan dijual, sehingga Bhaskor ingin mengunjungi Kolkata. Dikarenakan masalah sembelitnya, Bhaskor menolak untuk naik pesawat, dan lebih memilih naik mobil, padahal jarak Kolkata dengan Delhi tempat mereka tinggal mereka adalah ±1.500 km atau 24 jam perjalanan apabila menggunakan mobil. Padahal apabila menggunakan pesawat hanya 2 jam. Melalui perdebatan panjang dengan Piku, akhirnya tetap diputuskan untuk naik mobil.  Dengan menyewa mobil milik Rana, tentu tidak ada satupun sopir yang bersedia mengantarkan, baik karena perjalanan yang ditempuh sangat jauh serta mereka enggan dengan Piku, sehingga Rana sendiri yang mengemudikannya.

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_004523185

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_004432991

Sepanjang perjalanan, Bhaskor bertingkah rewel, dan sering terjadi perdebatan dengan Piku. Bahkan Rana mau tidak mau tekena omelan dan sindiran Bhaskor.  Karena permasalahan sembelitnya, Bhaskor sering kali meminta berhenti untuk ke toilet, tidak lupa ketika ke toilet sambil membawa tempat duduk khusus dari kayu yang sudah dilubangi dudukannya. Bhaskor akan dibantu oleh salah satu pembantunya yang juga ikut serta dengan mereka.

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_002815383

Ketika sudah sampai di rumah keluarga besarnya, yang saat ini ditinggali oleh adik Bhaskor dan istrinya, Rana diminta tinggal beberapa hari.  Rana akan kembali ke Delhi keesokan harinya, dia berpesan untuk Bhaskor agar tidak terlalu dipikirkan masalah kesehatannya, bukankah dengan pikiran yang selalu positif, maka kondisi tubuh akan ikut nyaman. Akibat perkataan Rana ini, Bhaskor memutuskan bersepeda keliling kota sendirian. Piku sangat marah ketika tahu ayahnya pergi dan tidak pamit, seluruh anggota keluarga menunggu dengan cemas. Sepulangnya dari bersepeda, amarah Piku meledak-ledak terlebih lagi tahu ayahnya juga membeli makanan sembarangan, padahal selama ini sudah dijaga baik-baik pola makannya.  Bhaskor hanya menenangkan putrinya, bahwa mulai sekarang dia akan bersepeda terus dan tidak terlalu pilih-pilih terhadap makanan.

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_005090461

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_006377848

Endingnya ditonton sendiri saja ya yaa 🙂

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_006936231

Tidak ada satupun yang berani berdebat panjang dengan Bhaskor , kecuali Piku putrinya, walaupun pada akhirnya sang anak hanya bisa menuruti ayahnya. Memang itu sudah menjadi kewajibannya. Terkadang dibutuhkan orang lain untuk sekedar mengingatkan Bhaskor. Walaupun Piku sering berdebat dengan ayahnya, dia berprinsip bahwa lelaki manapun yang menikahinya, dia harus bisa menerima Piku dan “anaknya” yaitu Bhaskor, karena Piku tidak akan meninggalkan ayahnya.

piku-2015-hindi-720p-dvdrip-x264-aac-hon3y-mkv_000611847

Film ini sukses bikin jengkel sekali dengan karakter Amitabh Bachchan. Terakhir melihat Amitabh Bachchan itu di film The Great Gatsby, dan di film Piku ini Bachchan terlihat kurus dan tua sekali. Entah karena tuntutan peran atau memang umur 74 tahun tidak bisa lagi disembunyikan. Sepertinya, beberapa film Bollywood akhir-akhir ini mulai mengurangi tarian dan nyanyian khasnya, padahal itu merupakan ciri khas film Bollywood. Bahkan menghilangkannya, yang saya tahu ya Fan dan Piku ini tidak ada lagi tarian. Semua karakter beradu sangat baik di Piku. Saya termasuk orang yang menikmati film tentang keluarga, yang hanya difokuskan pada masalah keluarga saja, mungkin yang tidak suka pendetailan bakalan ngantuk.

Deepika merupakan aktris favorit saya sejak Om Shanti Om (2007) bermain apik dengan Shah Rukh Khan. Dilanjut duet apik mereka lagi di Chennai Express.  Kalau Amitabh Bachchan tidak perlu lagi diragukan lagi. Irrfan Khan bukanlah pemain baru di Bollywood walaupun tidak seterkenal SRK, Hitrikk Roshan, atau Aamir Khan. Akan tetapi Irrfan sudah merambah  British dan Hollywood, yang terkenal adalah Slumdog Millionaire, New York I love You, The Amazing Spiderman, Life of Pi, Jurrasic World dan yang terbaru adalah Inferno.

Yang pasti, walaupun film ini bikin jengkel sama karakternya, tapi film ini sukses menghasilkan linangan air mata. Tsah. Tsk. Tsk.

4/5 stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s