LOMBOK PART ONE, Day 3 and 4

PicsArt_05-05-05.26.19
Pantai Tanjung Aan

DAY 3

Baca dulu Day 1 & 2 

Hari ini kami berencana ke ujung selatan pulau Lombok. Berangkat sekitar pukul 7.30, dengan estimasi waktu tempuh 1,5 jam.  Berasa touring bertiga. Hanya berbekal GPS di android, yang tampaknya mudah sekali mencarinya. Sayangnya kami berasa nyasar, jalanannya tiba-tiba sepi sekali, bahkan hanya jalan makadam yang mulai rusak tergenang air hujan, tapi GPS memang mengarahkan jalan tersebut. Setelah pejuangan hampir 2 jam, sampailah kami di Tanjung Aan, dengan disambut pedagang lokal yang menjajakan kain lombok, kaos, tas dan gelang, pedagang ini tidak kenal lelah, bahkan kami sampai harus minta waktu untuk sarapan dulu di gazebo, setelah terlihat kami selesai makan, merekapun menyebu kami (lagi). Sungguh membuat tidak nyaman, kami bertiga dikelilingi hingga 10 penjual dengan dagangan yang sama, gimana hayo cara milihya, setelah melihat kain yang kita suka dan tentu tidak lupa menawar, ternyata ada 1 ibu yang tersinggung karena kita sudah memilih-milih kainnya tapi tidak jadi membeli, ya karena tidak cocok toh wajar. Jadi ibu ini mengomel terus dengan bahasa Sasak yang tidak kami pahami.  Tapi katanya sih itu umpatan yang kasar. Ya resiko berjualan tho.

IMG_20160401_091810
Out of nowhere
IMG_20160401_094359
Mbontot kaepci

Tanjung Aan ini pasir pantainya putih, bersih, masih sepi, dan enak buat snorkeling. Suasananya indah, dikelilingi oleh Bukit Merose. Ada sewa kapal seharga 250.000 sekali jalan pulang pergi untuk menuju Pantai Pink dan Bukit Merose. Kami kurang tertarik saat itu, maybe next time, we said. Hanya ada beberapa bule yang terlihat lalu lalang. Setelah cukup main ayunan dan berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan di Pantai Kuta Lombok, karena kondisi yang sangat panas, dan mbak Renata kurang fits akhirnya kami hanya berfoto di depan tulisan Pantai Kuta Lombok saja, tanpa mendekat di pantainya. Ohya di sekitar Pantai Kuta ini sudah mulai terlihat perumahan penduduk yang biasa dijadikan hostel serta menyewakan papan seluncur. Di pantai ini juga banyak terlihat bule dan jauh lebih ramai dari Tanjung Aan, padahal hanya berjarak sekitar 5 km saja. Sayangnya belum bisa membandingkan kondisi pantainya.

IMG_20160401_110720
Pose centil ^^
IMG_20160401_114731
Nemplok depan Pantai Kuta Lombok -sebagai syarat saja-

Kamipun melanjutkan perjalanan kembali ke kota, di perjalanan kami berhenti di depan Desa Sade, kami tidak masuk, ya hanya berhenti saja memfoto fasad desanya. Halah fasad. Kepanasan dan perjalanan yang panjang membuat kami lapar sekali, sempat berhenti di pom bensin untuk sholat dan leyeh-leyeh. Next stop, for shopping, late lunch, and dinner. Berdasarkan info dari teman sekantor saya yang asli Lombok (Mbak Rizki), tempat oleh-oleh yang terkenal itu di Phoenix Food yang berlokasi di Jalan AA Gede Ngurah Cakranegara, yang lupa disampaikan oleh Mbak Rizki adalah tempat ini hanya menjual makanan/cemilan khas lombok. Ya iyalah, judulnya aja Phoenix Food. Yang berbelanja cemilan hanya saya dan Mbak Amiy, mbak Renata sedang pdkt ke mbak-mbak pembeli untuk tanya tempat oleh-oleh persandangan khas Lombok, didapatlah info untuk diarahkan ke Toko Arief yang berada di Jalan Umar Maya nomor 45 Cakranegara. Ternyata di toko Arief ini kita bisa menemukan tas, baju, dompet, gantungan kunci dan berbagai oleh-oleh khas Lombok dengan harga murah. Bisa kalap kalau di sini. Tiba-tiba saja injakan kaki motor matic kami penuh. Penuh dengan oleh-oleh.

Karena sudah direncanakan akan makan Sate Rembige, maka kami sudah set GPS dari awal. Sayangnya, mencari sate rembige yang terkanal itu sama seperti perjalanan ke barat mencari kitab suci, penuh rintangan, dan kesasar, bahkan GPS pun menyerah karena ternyata pin lokasinya berada di tengah sawah tanpa ada bangunan apapun. Sudah tutup katanya. Yasudah kamipun menutup GPS, kembali ke cara tradisional yaitu bertanya pada warga lokal. Alhamdulillah setelah mendapat pencerahan dari bapak-bapak, kamipun bisa menemukan Sate Rembige Ibu Sinnaseh yang terkenal itu. Tidak salah kalau terkenal, sate daging sapinya so spicy, empuk, dan enak. Jam 17.00 adalah waktu makan siang dan malam kami sekaligus. Sepulang dari Sate Rembige, kami melanjutkan pulang ke homestay, handphone saya yang selama ini dijadikan GPS dibawa oleh mbak Renata dan mbak Amiy yang berboncengan, dan saya sendiri. Kondisi yang sudah malam, dan jalanan kota yang mulai ramai, membuat saya terpisah dari teman-teman. Saya yang tidak berbekal GPS mencoba mengingat jalanan, GPS BB saya pun tidak jalan, yasudah kembali saya bertanya ke warga lokal untuk kembali pada jalan yang benar, eh kembali ke Senggigi. Saya pun senang sekali bisa kembali berkumpul dengan teman sejawat, iya lebay, mereka biasa saja sih melihat saya walaupun saya tadi kesasar. Haha.

IMG_20160401_120524
Lagi-lagi syarat saja ^^
IMG_20160401_165751
Sate Rembige Bu Sinnaseh

Tips        :  1. Para penjual di kawasan pantai selatan Lombok memang tidak kenal lelah dalam menawarkan dagangannya, apabila tertaik dengan salah satu barang maka harus siap resiko penjual lainnya akan mengejar minta dibeli juga. Oh ya jangan lupa untuk menawar.

2. Karena waktu tempuh yang cukup jauh dari tempat menginap, apabila mengunakan motor, ada baiknya sudah disiapkan jauh hari untuk kelengkapan berkendara, seperti jaket, sarung tangan, masker penutup mulut dan hidung. Dan jangan lupa lebih baik membawa bekal dari kota, dikarenakan jarangnya penjual makanan di sekitar pantai.

DAY 4

Pesawat kami dijadwalkan pukul 14.00 ke Surabaya, hari ini tidak ada kegiatan yang berarti, karena rencananya hanya mencari oleh-oleh saja. Karena kemarin sudah memborong di Phoenix Food dan Toko Arief, jadi kami tidak berencana mencari oleh-oleh. Ketika kami akan sarapan pancake, tante Oka sedang menawar ikan-ikan segar yang dibawa seorang ibu penjual. Ternyata di sekitar sini, penjual ikan menjajakan daganganya door to door, ikannya masih segar karena mereka baru mengambilnya di pantai Senggigi.  Pagi itu, selain makan pancake, kami membuat pop mie yang sudah dibeli pada hari pertama, dengan tujuan untuk mengurangi bawaan. Haha.

Ketika asyik makan pop mie, tante Oka ikut nimbrung ngobrol dengan kita, pemilik penginapan ini memang ramah, terutama tante Oka, sedangkan om Oka…mmm… agak sangar orangnya, tapi friendly juga.  Sambil mengobrol, tentu kami punya misi khusus, yaitu menanyakan soal Teguh pastinya. Haha. And…unfortunately, he is so much younger than us *hiks* Masih semester awal-awal di kampus sono (saya lupa kampus mana).  Dan mulailah Tante Oka bercerita soal keluarganya, mulai dari 2 anaknya (ada lagi 1 adiknya Teguh yang masih SD), tentang ketentuan pernikahan di keluarga Bali demi mempertahankan warisan keluarga, tentang usaha penginapan, tentang sekolah anaknya, bahkan tentang pacarnya Teguh yang beda agama. That last one, make us more dissapointed. Halah.

Tak lama kemudian, tiba-tiba ada penjual duren datang. Sepertinya kebiasaan di daerah situ tidak ada pasar, sehingga para penjual menjajakan dagangannya door to door.  Berhubung 2 teman saya ini maniak duren, mereka pun langsung beli 2 duren sekaligus. Kalau saya sih hanya berani mencoba 1 biji saja, perut suka tiba-tiba panas kalau kebanyakan, apalagi ini lagi jauh dari rumah.  Ketika sudah pukul 11.00, dan proses bayar-membayar sudah selesai, kami berencana berangkat ke bandara dengan menggunakan taksi, tetapi ternyata Om Oka akan menjemput tamu di bandara yang akan menginap di The Semeton (bisa meminta fasilitas antar-jemput dengan tambahan charge), sehingga kami bisa menggunakan fasilitas ini, tentu saja dengan menambah biaya. Asyik, jadi saya tidak perlu menggeret koper dengan susah payah di jalanan akses homestay yang tidak lagi mulus, apalagi kopernya sudah beranak pinak.

IMG_20160402_111255
Duren dimana-mana
IMG_20160402_140616
Ada yang senang sekali naik explore jet 😀
IMG_20160402_151228
Pulang!! yeay!

Tips : Apabila ada fasilitas antar jemput dari hotel/hostel/homestay, bisa dibandingkan harganya apabila menggunakan taksi/damri, walaupun lebih mahal, tapi dengan fasilitas ini tidak perlu repot jalan jauh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s