POSEIDON NGAMBEK!!! ketika air kosan mati…

Sejak pindah ke kosan baru ini sekitar 5 tahun yang lalu —kosan baru, dengan empu yang sama—, sepertinya Poseidon tidak berpihak pada kami, dengan bukti seringnya PDAM mati, yang hal ini jarang sekali terjadi ketika masih di kosan lama. Apalagi nih ya, kosan baru tidak mempunyai tandon. Can you imagine, a “kosan” without tandon? Yeah, it’s suck, but that’s mine. Hanya ada 1 tandon yang tidak terkoneksi dengan kamar mandi, tetapi hanya digunakan untuk mencuci karena terletak di rooftop —ceile rooftop, ya deck atap tertinggi gitu—

ikazurria_736016112602213866
our favorite rooftop

Biasanya empu kosan saya kalau air pdam mati, membeli air literan dari truk tangki. Syaratnya adalah, air tersebut hanya digunakan untuk buang air kecil dan besar, tapi dilarang mandi. Makin ke sini, dikarenakan oleh satu dan lain hal, empu kosan sudah tidak bisa menyediakan air tangki literan, jadi kalau air mati ya wassalam, kami harus berkorban menggunakan air galon aqua, dan yang pasti tidak akan bisa digunakan untuk mandi juga. Saat ini, kami punya mantan teman kosan yang bekerja di PDAM, sehingga bisa memberikan informasi yang akurat apabila air PDAM mati. Lalu kemanakah saya akan mandi? Nah, di sinilah seninya.

  1. Numpang mandi di rumah/kosan teman

Sejauh ini sudah ada 6 orang yang sudah dengan baik hati memberikan tumpangan tempat mandi. Dan mereka biasanya yang tinggal tidak jauh dari kosan saya. Ada kosan Ratna yang berada satu jalan dengan kosan saya, hanya beda gang. Ratna merupakan teman sekamar saya sebelumnya, setelah menikah dengan teman kami juga, Ratna pindah ke kos keluarga. Sayangnya saat ini, mereka sudah menempati rumah mereka sendiri nun jauh di daerah Pondok Candra. Yang kedua kosan Fristi, berada di daerah Ngagel, sayangnya Fristi hanya sementara di kosan ini kala itu, setelah itu proyek dia pindah-pindah ke luar Jawa. Yang ketiga kosan mbak Renata, daerah Semolowaru, sayangnya mbak Renata sudah pindah ke rumah sendiri daerah Petemon.

Yang keempat rumah mbak Linda, daerah Arif Rahman Hakim, ini sebenarnya tempat yang potensial, yang sempat terlupakan, karena mbak Linda adalah teman sekantor, hahaha. Sayangnya lagi, mbak Linda akhirnya pindah ke Bangkalan beberapa bulan yang lalu. Yang kelima, kosan mbak Lathiyfah di perumahan belakang Galaxy Mall, Alhamdulillah mbak La akhirnya menempuh pendidikan S2 di UI :’) . Yang keenam, rumah mbak Yani, saya masih ingat kenapa saya menumpang mandi karena sekalian waktu itu sambang bayinya, Nail. Normally sih saya tidak akan mungkin menumpang mandi di sini, karena rumah mbak Yani itu bertetangga dengan bandara Juanda  -__-“ Kira-kira saya numpang mandi di kosan/rumah siapa lagi ya?

  1. Numpang mandi di masjid

Bukan di masjid umum sih, tapi di kamar mandi masjid kantor. Hahahahaha. Saking desperatenya mungkin ya, dan tidak mungkin saya ke kantor tanpa mandi. Saya termasuk yang kebagian mandi terakhir di kosan, karena jadwal kantor yang (saya buat) lebih flexible ^_^. Pas bagian saya akan mandi, tiba-tiba aja tuh air tidak mau mengalir, dan jam segitu mah mana ada teman-teman di kosan lain yang masih ada, sudah berangkat pagi semua pastinya.

  1. Menginap di tempat lain
IMG_20170406_164705
Nomaden

Dengan rentetan teman-teman yang sudah pindah jauh dari daerah saya tinggal, saya hanya mempunyai pilihan ke-dua, apabila sampai terjadi air mati lagi. Tapi, sepertinya tetap saja tidak nyaman tidur pada malam hari, kebelet buang air kecil, eh harus memindahkan air dulu dari aqua galon. Belum lagi kalau diare menyerang. Duh. Daripada saya kepikiran, saya memutuskan untuk mencari homestay suatu malam ketika salah seorang teman mengirim whatssapp kabar buruk air PDAM mati. Lalu saya browsing mencari hostel murah di sekitar kosan saya, atau mungkin sejalan menuju kantor saya di Suramadu. Kemudian saya menemukan jaringan hotel murah Airy Rooms. Hotel-hotel di airy rooms menerapkan budget hotel, dengan beberapa pengurangan fasilitas yang memang bukan kebutuhan utama/optional, seperti sarapan, televisi, dan handuk.

Akhirnya saya menemukan Airy Eco Syariah Gubeng Jalan Moestopo, tanpa mendapat sarapan, tapi fasilitas lengkap seperti kamar ber-AC, wifi gratis, perlengkapan mandi lengkap, air minum dan snack, hanya dengan harga 175.000an/malam (April 2017), lumayanlah pikir saya. Bangunannya sih termasuk gedung lama, dan sebelumnya merupakan homestay Graha Ara. Saya pun memesannya untuk satu malam saja.

Sayangnya, Poseidon entah lagi ngamuk atau gimana ya, jadi air kosan manti lagi sampai hari ketiga. Agak galau juga, kalau stay di Airy lagi rasanya sayang uangnya, hehehe. Lalu saya browsing lagi untuk mencari kosan harian, lalu saya menemukan website lucu mamikos.com, di website ini ada daftar banyak kosan di surabaya, saya mencari yang harian, bahkan di website ini ada customer service yang bisa memberikan info arah jalan dan ketersediaan kamar. Lalu saya memilih kosan di daerah jalan gubeng maestopo juga, namanya Kosan Ibu Mukahar. Beliau memberikan harga murah saat itu, 50.000/malam (April 2017). Ya hanya sewa kamar saja dan kipas angin sudah tersedia di kamar. Ternyata kosan beliau itu berisi sekitar 12 kamar kos bulanan, dan hanya 1 yang belum terisi karena penghuninya baru saja pindah, sehingga sambil menunggu ada yang kos bulanan, disewakan dulu harian. Kalau mau kos bulanan, membayar 650.000/bulan, dengan fasilitas listrik suka-suka, wifi, kipas angin, dapur umum. Cukup murah sebenarnya. Hanya saja ukuran kamarnya 2,5 x 2,5 meter. Saya hanya menginap satu malam saja di kosan harian ini.

  1. Pindah kosan

Yeah, sebenarnya ini sebuah solusi yang tepat, bagaimanapun tandon itu penting untuk rumah di Surabaya, apalagi yang sedang membuka bisnis kosan. Yatapi tapi..hmmm..gitu deh. Tapi saya belum memantapkan hati untuk pindah, atau lebih tepatnya, masih malas mencari kosan baru, malas juga kalau pindahan bakalan sewa dump truck buat bawa barang-barang. Ouch. Iya, lebay memang.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s