Secret Admirer, pada masanya…

SMA adalah masa yang ajaib. Ajaib karena ada 8 kelas untuk satu angkatan, yang dihuni rata-rata 45 siswa/i, ada lebih dari 300 orang untuk 1 angkatan. Ajaib karena bisa saling tidak kenal teman 1 angkatan saking banyaknya. Ajaib karena terbentuk geng-geng lucu dan aneh, yang bisa jadi mendominasi dan paling disegani, walaupun itu geng cewek-cewek. Ajaib karena ini merupakan sekolah populer sehingga beberapa anak pejabat berkumpul dalam satu angkatan. Banyak lah yang ajaib.

Saya pernah punya seorang teman sebangku yang cantik sekali, Sebut saja si A, dia sangat populer kala itu, bisa dibilang banyak cowok-cowok yang mendekatinya, kebanyakan dari luar kelas kami. Tapi dia tomboy sekali, cuek dan bahkan terkesan suka melakukan hal-hal gila kalau sedang bercanda. Apalagi kalau dia tahu ada salah satu cowok yang suka padanya, maka si A akan terang-terangan memanggil cowok tersebut, “Eh, kamu yang suka aku ya? Ciye ciyee..” di depan semua orang, kapan pun, dimanapun. Benar-benar bisa bikin ilfil cowok yang mendekatinya. Hehehe.

Sepertinya dia punya prinsip tidak akan berpacaran selama SMA —but, later she finally dated someone in the last year of high school :p. Walaupun dia terkenal, dia tidak punya geng yang populer di sekolah, lha wong nge-gengnya dengan saya —yang bahkan tidak dikenal oleh salah seorang teman SMA saya sendiri pas sama-sama masuk di jurusan kuliah yang sama -__-“— Entah orang tuanya yang protektif atau memang dia memang tidak suka nongkrong setelah sekolah, sering dia diantar jemput oleh ayahnya. Bahkan, pertama kali dia main ke rumah saya diantar oleh ayahnya, dan ditungguin hahaha. Sangat aneh untuk cewek sepopuler dia.

Sistem tempat duduk di kelas kala itu menggunakan sistem rolling tiap baris, tapi dengan pasangan teman sebangku yang sama. Saya masih ingat, ketika pelajaran kesenian, ada satu teman cowok yang jago sekali menggambar maupun mewarnai menggunakan cat air. Sebut saja si B. Sketsa gambarnya juga selalu menarik. Dia duduk tepat di belakang kami. Suatu hari, entah ketika jam kosong atau istirahat, saya sedang duduk di bangku saya dan menoleh belakang, dan saya lihat dia sedang menggambar semacam stick figure cewek di flip-book.

Cheshire-Cat-Mini-Flip-Book
ini lhoo flip-book

 

Saya tidak berkomentar apapun, dan sepertinya dia juga tidak tahu saya melihatnya, flip-book tersebut juga lumayan kecil sehingga tidak akan menarik perhatian teman-teman yang lainnya untuk melihatnya. Dan hari-hari setelahnya, saya tidak pernah lagi melihat dia menyelesaikannya, entah apakah memang sudah selesai.

Lalu, di suatu pagi yang cerah, aishh. Si A bercerita serius sekali.

“Kemarin siang, ada orang tidak dikenal lewat depan rumahku”, kata A.

“Lha kan memang banyak orang asing yang bakalan lewat depan rumah, jalan umum itu”, jawab saya sekenanya, secara si A suka sekali mendramatisir opening untuk cerita-cerita dia yang sebenarnya biasa saja, misalnya dia sedang sembelit mungkin.

“Bukan ih, jadi aku tidak tahu pasti siapa orang itu, tapi dia naik sepeda pancal, trus dia melempar sesuatu ke halaman depan rumahku”, katanya serius.

“Ohya, apaan?” tanya saya, sepertinya si A memang serius.

“Ini”, kata si A sambil menunjukkan sesuatu.

Sebuah FLIP-BOOK. Iya. flip-book yang pernah digambar satu persatu halamannya oleh si B, gambar women stick figure yang sedang perlahan-lahan tersenyum. Dan flip-book itu dilempar secara misterius ke rumah si A. Hahaha. Saya tidak bisa menahan diri untuk menceritakan pada si A apa yang pernah saya lihat. Dan si A hanya bisa bengong saja. Prestasi baru buat si A karena akhirnya ada teman sekelas yang suka dengan dia —dan, si B hanyalah permulaan, setelah itu terkuaklah sapa saja di kelas yang diam-diam suka si A :p—

Yang pasti, tidak ada social media saat itu, tidak ada yang namanya stalking akun. Si B, he was pretending to be cool, tapi sebenarnya menyimpan rasa pada si A, dan  memilih untuk menjadi secret admirer dengan caranya. Si A pun anehnya memilih berpura-pura untuk tidak tahu. Beruntung si B tidak menjadi cowok yang dipanggil si A “Eh, kamu yang suka aku ya? Ciye ciyee..”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s