LOMBOK PART TWO (bekerja dan berkuliner)

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya ke Lombok. Sebelumnya sudah pernah ke sini dengan teman Menoerwangsa (Lombok part one) pada April 2016. Pada Agustus 2016, kali ini urusan kantor, dalam rangka penyusunan salah  satu kajian di Pulau Madura, maka di dalam salah satu kegiatannya adalah kunjungan ke Pulau Lombok. Kenapa dipilih Lombok? Karena Menoerwangsa sudah pernah ke sini…ehhh.. hahaha.. bukan ding, karena Nusa Tenggara Barat (NTB)  sudah menerapkan wisata halal berdasarkan Perda Provinsi NTB No 2 Tahun 2016 tentang Pariwisata Halal. Tujuan kunjungan ini yaitu persiapan maupun penjajakan lokasi dan dinas-dinas terkait untuk kunjungan dengan rombongan yang lebih besar nantinya pada bulan September.

Tiba di Bandara Internasional Lombok —sehari sebelumnya sudah pesan sewa mobil dan driver—, kami disambut oleh perut keroncongan, lalu mampirlah kami ke Rumah Makan Cahaya yang berada dekat dengan bandara. Menu andalan di rumah makan ini adalah Nasi Balap Puyung. Semacam nasi campur dengan lauk ayam, kedelai/kacang goreng, suwiran ayam dan sambal pedas khas lombok. Tapi, saya lebih memilih pesan Nasi Bebalung dan Beberuk, karena berasa jetlag, sehingga lebih suka sup yang hangat. Bebalung dan beberuk ini semacam sup iga bening dengan sambal kacang panjang. Segar rasanya.

PicsArt_05-27-07.59.13
Bebalung dan Beberuk

Setelah puas makan, kami melanjutkan perjalanan menuju ujung selatan Lombok selama 1 jam (dimana sebelumnya Menoerwangsa sudah ‘touring’ ke area sini), dengan tujuan ke kantor PT. Pembangunan Pariwisata Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan ITDC (Indonesia Tourism Development Corp.). Salah satu program ITDC saat ini adalah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika seluas 1.250 ha. Saat ini terdapat wacana rencana pengembangan zonasi wisata halal di Kawasan Mandalika seluas + 30 ha yang terletak di sekitar lokasi rencana pembangunan masjid agung pada Kawasan Mandalika.

Tidak afdhol rasanya kalau tidak mampir dulu ke pantai, jadi kami memang menyempatkan diri berbelok ke pantai —tanpa lari ke hutan—. Ke Tanjung Aan dan Pantai Kuta Lombok, berbeda dengan kunjungan saya sebelumnya, kali ini selain menikmati Tanjung Aan, kami juga menghabiskan waktu lebih lama di Pantai Kuta Lombok. Di Pantai ini, terdapat semenanjung kecil yang bagus untuk mengambil view pantainya. Dan ya seperti biasa, penjual yang tak patah semangat berkeliaran di sepanjang pantai. Kalau di Pantai Kuta ini penjual didominasi oleh anak-anak kecil yang menjual tas dan gelang khas Lombok.

PicsArt_05-27-08.00.21
Pantai Tanjung Aan
PicsArt_05-27-11.50.42
Spot Favorit di Tanjung Aan ^^
PicsArt_05-27-08.04.20
Pantai Kuta Lombok

Kemudian ketika menuju Kota Mataram, kami mampir ke Desa Sade yang berlokasi di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun Sade adalah merupakan salah satu Desa Tradisional Sasak yaitu suku asli Pulau Lombok.

PicsArt_05-27-08.07.34
Kampung Sade
PicsArt_05-27-08.06.12
Menenun adalah pekerjaan sambilan kaum wanita
PicsArt_05-27-08.05.10
Bule pun tertarik berkunjung
PicsArt_05-27-11.52.24
Yang keren jangan sampai lepas
PicsArt_05-27-11.53.06
Mas Onok, our humble guide

Menjelang malam kami mampir ke Pulau Senggigi. Sambil menikmati sunset, kami berdiskusi tentang bagaiaman rute yang sesuai untuk membawa rombongan dari Surabaya yang akan didominasi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu. Akhirnya ya saya bisa menemukan jalan masuk menuju pantai ini, yang perjalanan sebelumnya dengan Menoerwangsa, kami menyerah tanpa melihat sunset. Ya jelas saja, kali ini kami benar-benar membawa Mbak Rizky sebagai warga lokal Lombok hehehe.

PicsArt_05-27-09.11.21
Sunset di Pantai Senggigi

Sebelum menuju hotel, kami wiskul dulu. Mencoba Ayam Taliwang, yang sebelumnya saya juga belum sempat mencobanya. Terletak di Jalan Bung Karno Pagesangan Timur. Sebenarnya tempatnya kecil, bukanya hanya malam, tapi yang antri banyak sekali, infonya sih ini salah satu Ayam Taliwang terenak di Mataram. Menu lengkap Ayam Taliwang ini terdiri dari Ayam Bakar, beberuk terong, kuah santan pedas, dan plencing kangkung *yummmyy*. Beberuk terong ini semacam terong setengah matang, dicampur dengan bawang merah, jeruk sambal, dan sambal terasi. Yang membuat plencing kangkung berbeda dengan di Jawa adalah kangkungnya hanya direbus, dicampur dengan kecambah, lalu di atasnya disiram sambal terasi. Doh, saya menulis ini saja sambil ngiler 😀 😀 *usap-usap keyboard*

PicsArt_05-27-08.11.42
Ayam Taliwang *sluurpp*

Hotel tempat kami tinggal sangat berbeda jauh dengan Semeton Homestay. Jauh lebih bagus, ya iyalah hahaha. Lombok Raya Hotel berlokasi di Jl. Panca Usaha No.11, Cilinaya, Cakranegara. Fasilitas di kamar sangat lengkap. Selain fasilitas standar pada umumnya, terdapat hair dryer, toiletries yang lengkap *masukin tas* dan tersedia heater beserta teh, kopi dan gula.

Keesokan harinya kami berkunjung ke Bappeda Propinsi NTB di Kota Mataram. Diskusi seputar Pulau Lombok telah mendapat penghargaan World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination pada acara The World Halal Travel Awards 2015 yang dilaksanakan di Dubai. Lombok merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata nasional yang akan dilakukan percepatan pembangunan destinasi wisata prioritas. Perjalanan dilanjutkan menuju Islamic Centre Mataram (ICM). ICM Mulai dibangun pada 2011 dan berfungsi sebagai pusat kebudayaan, wisata religi, pasar seni, dan aktivitas religius lainnya. Bangunan Islamic Center ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 nama nama Allah (Asma’ul Husna) dan 4 menara setinggi 66 meter pada bangunan utama. Saat ini masjid sudah bisa digunakan sebagai tempat ibadah yang bisa menampung 3000 jamaah, bangunan ini dilengkapi dengan fasilitas : Pendidikan Al-Quran, Hall/ruang pertemuan, Tempat parkir basement (kapasitas 300 mobil), Tourist view (agar para pengunjung/turis dapat melihat ruangan masjid tanpa mengganggu proses ibadah), Menara 99 (setinggi 99 meter, dan bisa melihat kota mataram keseluruhan).

Sebelum pulang, tidak lengkap rasanya tidak belanja terlebih dahulu. Sepertinya rutenya hampir sama dengan perjalanan saya sebelumnya. Belanja di Toko Arief dan Phoenix Food, serta diakhiri dengan makan di Warung Sate Rembige Ibu Sinnasih. Yang sudah tahu rasa satenya, pasti pulang-pulang tetap bungkus lagi. Pulang-pulang kenyang, pulang-pulang tas jadi beranak pinak.

PicsArt_05-27-11.51.36
Yeay!
PicsArt_05-27-11.50.12
mercing kabih 😀

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “LOMBOK PART TWO (bekerja dan berkuliner)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s